Hidup adalah sebuah Perjanjian
Setuju atau tidak?
Oleh itu sebab pertama manusia sering mengetepikan akan
kepentingannya dalam kehidupan ini!Manusia hanya terhad kepada pilihan namun
kita tidak dapat lari dari perjanjian ini.Secara tidak langsung atau sedar ini
adalah kenyataan.Jika mengerti sebab besar ini maka ramai manusia berkomitment
kepada Tuhan.Ingat!kita terbatas pada pilihan kita ya atau tidak dengan
Tuhan,bergitu juga dengan sebaliknya.Tuhan mempersilakan kita kedalam
kerajaannya berdasarkan kepada pilihan kita ya atau tidak.
Pasti ramai kita tahu akan perkara ini,kematian pasti
dihadapi oleh setiap manusia tidak akan ada manusia yang terlepas!Semua pasti
menghadapi Maut.Saya ambil contoh jika kita berhutang dengan Bank apa pun
alasan kita pihak bank tidak akan melayan atau mempertimbangankan alasan kita
kerana tidak dapat membayar.Bergitu juga dengan dengan Penghakiman Tuhan,Dia
tidak akan melayan alasan yang menyatakan sebab kenapa tidak berkomitmen dengan
Dia.Nafas milik Allah maka secara spontan perjanjian ini terjadi dalam hidup
kita.Jika benar tiada perjanjian mengapa ada tempoh dan mengapa ada
penghukuman?Seandainya kita gagal menjelaskan hutang kita dengan bank misalnya
kita loan kereta mengapa harus ditarik balik?adalah lebih baik pulangkan semua
bayaran yang telah dibuat?
Saya setuju jika dikatakan “Tuhan itu tidak sekejam yang
saya jangka”?Benar manusia sebaliknya kejam menghancurkan hati Allah Bapa
kerana kelakuan kita yang sering mengetepikan Dia.Kesedaran itu syarat
pertobatan yang unggul.Saya rasa banyak kali kita mendengar manusia itu
bertobat namun mengapa ianya kembali lagi? …"Anjing
kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke
kubangannya." 2Pt_2:22.Kesedaran sejati buah petobatan yang mutlak.Jangan
hairan!!,Tidak ada alasan manusia yang kerasukan Setan! Sehingga mereka tidak nampak
manusia dan tidak mengenal kasih Allah dalam hidup mereka.Iblis tidak akan berjaya
menghancurkan manusia jika kita dekat pada Allah?
Oleh itu jangan sesama kita manusia menghancurkan kita.Jika
manusia itu ingin bertobat jangan langsung duduk dikerusia Pengadilan,”kamu
dulu bergini,nanti kamu bergitu,apakah benar kamu ini dan berbagailah andaian
kita lontarkan.INGAT Yesus menyatakan penyataan ini” "……Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,
hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Yoh 8:7.Kita
seharus membanggunkan saudara kita,jika dulu aktif melayani jangan pandang
serong,berikan waktu dan doakan dia,jika dia ingin aktif kembali jangan terus
tolak belajar kita daripada kegagalanya.Segalanya perlukan hikmat.
2Pt_3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai
kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang
kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.Perbaharui
perjanjian kita dengan Tuhan.Ingat Kasihnya seharga nyawa Yesus Kristus.
Shalom….
No comments:
Post a Comment